Selain sebagai pengaman dan pembatas lahan rumah, pagar juga memiliki fungsi estetika. Pagar
bisa mempercantik taman sekaligus memberi privasi kepada si empunya
rumah.Pagar termasuk salah satu elemen penting pada rumah yang terletak
di bagian luar (eksterior). Ada beberapa jenis pagar yang dapat
diaplikasikan. Pagar kayu, pagar vinyl, pagar besi, pagar bambu, pagar
beton, sampai pagar hidup.
Kecenderungan yang ada di Indonesia adalah, kebanyakan rumah memakai
pagar besi karena lebih kuat dan mampu melindungi pemilik rumah dari
tindak kejahatan yang semakin marak belakangan ini.
“Rumah-rumah di Indonesia cenderung memiliki desain minimalis. Jarang
ada yang terlalu mengambil tema tertentu. Atas alasan fleksibilitas
juga, akhirnya pagar besi lebih banyak digunakan. Pagar Besi kan bisa dipadukan dengan tema apapun,” ujar arsitek Irwan Soeryopati.
Arti penting sebuah pagar juga bisa ditunjukkan dari cara orang yang
lewat di depan rumah melihat pagar Anda. Pagar bisa menjadi perwakilan
dari keseluruhan rumah Anda.
“Pagar kan letaknya paling depan, paling luar. Jadi yang pertama
orang lihat sebelum taman dan rumah adalah pagarnya. Kalau pagarnya
bagus, orang akan langsung tertarik untuk melihat lebih jauh ke dalam,
ke arah taman dan rumahnya. Tapi, kalau pagarnya enggak menarik,
biasanya orang juga akan melihat sambil lalu saja,” papar Irwan.
Pagar pun dapat menunjukkan teritori seseorang, membatasi lahan yang
satu dengan yang lain, melindungi tanaman di taman Anda dari
tangan-tangan jahil juga merupakan fungsi pagar. Saat memilih pagar,
Anda harus melihat kondisi taman dan rumah serta tujuan utama
pembuatannya.
“Untuk rumah tipe mungil, sebaiknya sih pagarnya jangan
tinggi-tinggi. Nanti rumahnya malah tertutup semua. Pilih saja pagar
yang juga mungil. Pagar kayu bagus lho untuk rumah mungil. Kesannya jadi
cantik dan etnik,” saran Irwan.
Pagar yang tinggi, besar, serta terlihat “gagah” akan bagus dan pas
untuk rumah yang besar dan luas seperti di perumahan elite. Walaupun
pagarnya tinggi, tapi karena rumahnya juga besar, jadi masih terlihat
dari luar.
Kondisi taman pun bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih
pagar. Apabila taman Anda adalah taman yang biasa saja, hanya rerumputan
atau tanah dengan tanaman seadanya, pemilihan pagar jenis yang rapat
bisa menjadi satu trik untuk menutupi kekurangan taman tersebut.
Namun, jika Anda adalah tipe orang yang senang berkebun dan merawat
tanaman, serta taman Anda juga termasuk taman yang masuk kategori indah
dan asri, mungkin sebaiknya Anda memilih pagar yang bentuknya agak
renggang antara satu sama lain.
“Pagar yang agak renggang tidak akan menutupi
keindahan taman Anda. Jadi, walaupun taman Anda dibatasi pagar, orang
masih bisa melihat keelokan dan keasrian taman Anda lewat lubang-lubang
pagar yang agak renggang,” beber Irwan.
Pagar juga bisa memberikan penampilan lain pada rumah tanpa Anda
harus membongkar pasang atau mendesain ulang rumah Anda. Cukup mengganti
warna pagar, maka rumah sudah terlihat berbeda. Biayanya pun tidak
sebanyak jika Anda merenovasi rumah.
“Jika Anda memiliki lebih banyak bujet, Anda bisa mengganti pagarnya
juga. Misalkan tadinya Anda menggunakan pagar besi, bisa diganti dengan
pagar kayu atau sebaliknya,” usul Irwan.
Seperti apa pun ide Anda dalam memilih pagar, yang penting sesuaikan
dengan keadaan rumah dan keuangan Anda. Jangan sampai pagar menutupi
keindahan rumah dan membuat Anda bangkrut seketika.